Bissmillahirahmanirahim, Assalamualaikum sahabat Al Qur’an yang di muliakan Allah s.w.t salam semangat dan selalu ceria bagi kawan-kawan semua. Kali ini kami akan memperkenalkan sahabat sahabat kami di Ma’had LTIQ As Syifa yang Berprestasi. Alhamdulillah kegiatan akhir semester Ganjil bagi santri ankatan 8 dan 9 di LTIQ telah rampung pada Rabu (24/12/14) yang lalu. Kegiatan akhir tahun sekaligus penutupan ujian semester bagi seluruh santri tahfidz ini telah di laksanakan pada malam sebelumnya yakni selasa malam (23/12/14) seperti biasanya sebelum kepulangan para santri di berikan wejangan atau untaian nasihat yang di sampaikan langsung oleh Mudir LTIQ Ust.Sofyan Puji Pranata S.Pdi Al Hafidz. Kemudian di lanjutkan dengan pembagian hadah (Door Prize) bagi santri berprestasi. Siapa sajakah mereka, inilah Santri LTIQ Berprestasi Tahun Dirosah 2014/2015 Semester Ganjil.

Anshorudiin

Kategori Santri Terbaik 1 : Anshoruddin Karim

Anshoruddin, atau yang akrab di sapa Ansor adalah salah satu santri berprestasi tahun ini ia berhasil mendapat penghargaan Santri Terbaik 1 Kategori : Kelancaran,kekuatan,dan kuantitas hafalan terbanyak versi LTIQ As Syifa. Anshor adalah ikhwan yang paling menonjol di antara teman-teman se-angkatanya, meski terbilang santri baru yakni santri angkatan 9 tetapi Anshor mampu menunjukan semangat dan kesungguhanya dalam menghafal Al Qur’anul Karim sehingga dalam waktu tiga bulan ia dapat menghafal 11 Juz, itu artinya Anshor bisa menyelesaikan 1 juz dalam waktu sepekan. Subhanallah, inilah kemudahan dari Allah yang akan di berikan bagi mereka yang sungguh-sungguh dalam menghafal kalamullah. Berikut pernyataan akhuna Anshor ketika di Tanya tentang pengalaman bersama Al-Qur’an.

“Alhamdulillah bagi ana (-red, saya) sendiri tidak terlalu sulit, karena sebelumnya sudah pernah menghafal di rumah. Namun ketika semakin naik ke juz berikutnya mulai terasa bagaimana menuju puncak mulia butuh pengorbanan dan air mata. Memulai dari juz 30-26, lalu berlanjut 1 – 25 disinilah mulainya semangat berapi-api untuk menghafal Al-Qur’an.”

Lalu apa sih rahasianya Akh anshor ini bisa cepat dalam menghafal?

“Cara ana menghafal ana baca dulu satu halaman 10 kali dengan membaca artinya, setelah itu baru fokus ke-1 ayat, setelah hafalan baca tiga kali tanpa melihat mushaf lalu berlanjut ke ayat ke-2 setelah hafal kembali mengulang ayat satu dan dua dan begitu seterusnya.” Ujar santri asal Jakarta ini, yang ternyata memiliki saudari penghafal Al-Qur’an juga di LTIQ As -Syifa ini. Nah lalu bagaimana cara akh Anshor ini memuroja’ah hafalannya ? berikut pernyataan beliau.

“Muraja’ahnya lumayan berat juga. Karena menghafal dan mura’jaah harus seimbang jadi ana mulai muraja’ah dari setelah piket kebersihan sampai jam 10 pagi untuk di setorkan ke Mudaris (red-guru tahfidz) lalu untuk muraja’ah pribadi ana memilih waktu ba’da ashar sampai maghrib, biasanya baru dapat satu juz tapi kalo lagi futur (red, malas) ya minimal setengah juz lah.” Nah itu dia pengalaman salah satu sahabat Qur’an kita Akh Anshor dalam lika likunya menghafal Al-Qur’an selama satu semester ini. Lain halnya dengan sahabat kita yang satu ini.

Hafidz

Kategori Santri Terbaik 2: Muhammad Hafidz

Muhammad Hafidz Al Hafidz, seperti namanya Akh Hafidz kini telah rampung menyelesaikan hafalanya di ma’had LTIQ As Syifa ini tepat pada 22 November 2014 yang lalu, dan Alhamdulillah beliau juga selesai mengujikan hafalannya yakni 10 Juz pada pekan ujian semester ganjil yang di adakan pada akhir semester ini. Beliau juga dianugerahi penghargaan sebagai santri terbaik baik dari segi kekuatan hafalan dan kelancaraan bacaan. Santri Kelahiran Jakarta,24 Oktober 1996 ini mengaku yang paling memotivasi beliau untuk segera mengkhatamkan hafalan Al Qur’an adalah Umi-nya. Beliau sering sekali menelfon Umi di sela-sela kegiatan menghafal Al-Qur’an. Dan Alhamdulillah atas izin Allah azza wa jalla akhuna Hafidz dapat menghatamkan hafalan Al-Qur’an 30 Juz dalam waktu satu tahun empat bulan. Selain akhuna Hafidz ada juga santri yang telah menyelesaikan hafalannya yakni akh Faruq asal Jakarta tepat berada di belakang akh Hafidz dalam foto tersebut.

“Rasa terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Umi yang telah berjuang dengan jiwa dan raga sampai anaknya bisa berhasil menghafal Al-Qur’an 30 Juz, juga kepada Abi.” Santri yang beralamat di Perum Permata Duta Blok 2, No 12 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok ini juga sangat aktif dan dermawan. Dalam kesehariannya ia sering berbagi kepada saudaranya dan selalu memberikan motivasi agar dapat bertahan sampai titik penghabisan.

“Ketahuilah sahabat, keberhasilan gemilang itu tidak akan bisa diraih dengan usaha yang biasa-biasa saja serta tidak akan mampu diraih dengan jiddiyah yang biasa-biasa pula, akan tetapi keberhasilan yang gemilang itu akan mampu diraih dengan usaha yang luar biasa dengan perjuangan yang tiada duanya. Keberhasilan itu tentu akan diraih dengan ikhtihar yang kuat kepada Sang Ilahi. (Muhammad Hafidz)”

Nah itulah 2 santri terbaik yang telah berbagi kisah pengalamanya bersama Al-Qur’an dari ikhwan, sedangkan dari Akhwat ada empat kategori santri terbaik versi LTIQ As-Syifa yakni:

Kategori Dirosah Terbaik : Dea Diana asal Banjar

Kategori Tahfidz Terbaik 1 : Keisya Azizah asal Bandung

Kategori Tahfidz Terbaik 2: Siti Rohimah asal Tasikmalaya

Kategori Akhlaq Terbaik : Pipih Irpiah asal Banten

Semoga prestasi yang dicapai dapat lebih ditingkatkan kembali untuk menuju LTIQ lebih baik, dan bagi kita semua yang sedang berusaha mencapai puncak tertinggi 30 Juz segera kencangkan ikat pinggang dan kerahkan seluruh kemampuan,(Al Ghifari).

No Comment

Leave a reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *