Skip to content

Kajian Kitab At-Tibyan Rutin Setiap Minggu di LTIQ As-Syifa

LTIQ As-Syifa kembali menyelenggarakan kajian rutin kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman dan pengamalan adab bagi para penghafal Al-Qur’an. Kajian ini dilaksanakan secara rutin setiap pekan dan diisi oleh Ustadz Marhum Musyaddad Kholis.

Kegiatan kajian kitab At-Tibyan menjadi salah satu sarana pembinaan bagi santri agar proses menghafal Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada pencapaian jumlah hafalan, tetapi juga diiringi dengan pemahaman terhadap adab dan akhlak yang harus dimiliki oleh seorang penghafal Al-Qur’an.

Mempelajari Adab Penghafal Al-Qur’an melalui Kajian Kitab At-Tibyan

Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an merupakan salah satu kitab yang membahas berbagai adab yang perlu diperhatikan oleh orang-orang yang berinteraksi dengan Al-Qur’an, khususnya para penghafal dan pembelajar Al-Qur’an.

Kajian kitab At-Tibyan sebagai Bagian dari Pembinaan Santri

Melalui kajian rutin ini, para santri LTIQ As-Syifa diajak untuk memahami bahwa menjadi seorang penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang menjaga hafalan, tetapi juga menjaga sikap, perilaku, niat, serta hubungan dengan Allah Swt. dan sesama manusia.

Ustadz Marhum Musyaddad Kholis menyampaikan materi kajian dengan menguraikan isi kitab sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari para santri. Dengan demikian, pembahasan kitab diharapkan dapat dipahami secara lebih dekat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hafalan dan Adab Berjalan Beriringan

Di lingkungan LTIQ As-Syifa, pembinaan Al-Qur’an tidak hanya diarahkan pada pencapaian hafalan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak. Sebab, hafalan yang kuat idealnya berjalan seiring dengan adab yang baik.

Seorang penghafal Al-Qur’an diharapkan mampu menjadikan hafalannya sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri. Ayat-ayat yang tersimpan dalam dada bukan sekadar rangkaian lafaz yang diingat, tetapi juga menjadi nilai yang berusaha diwujudkan melalui ucapan, sikap, dan perbuatan.

Kajian yang dilaksanakan setiap pekan juga memberikan kesempatan kepada santri untuk memperoleh pengingat secara berkelanjutan. Materi yang disampaikan secara bertahap diharapkan dapat dipahami dengan baik dan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter santri selama berada di LTIQ As-Syifa.

Membangun Lingkungan Pendidikan yang Qur’ani

Pelaksanaan kajian rutin ini menjadi bagian dari upaya LTIQ As-Syifa dalam membangun lingkungan pendidikan yang dekat dengan Al-Qur’an. Lingkungan yang baik memiliki peran penting dalam membantu santri menjaga semangat, kedisiplinan, serta konsistensi dalam menjalani proses pendidikan dan tahfidz.

Selain kegiatan tahfidz dan pembelajaran Al-Qur’an, kajian kitab menjadi ruang untuk memperluas wawasan keislaman para santri. Dengan adanya kegiatan tersebut, santri diharapkan memiliki bekal yang lebih utuh, baik dalam aspek hafalan, pemahaman, maupun pengamalan.

Menjadikan Ilmu sebagai Bekal Kehidupan

Ilmu yang diperoleh melalui kajian diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Para santri diarahkan untuk menjadikan setiap pembahasan sebagai bahan evaluasi dan bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Adab kepada Al-Qur’an, kepada guru, kepada sesama santri, serta kepada lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Dengan membiasakan nilai-nilai tersebut, diharapkan terbentuk pribadi santri yang santun, rendah hati, disiplin, dan memiliki kesadaran untuk terus memperbaiki diri.

Kajian rutin juga dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara guru dan santri. Proses penyampaian ilmu yang berlangsung secara berkala memungkinkan adanya interaksi dan pembinaan yang lebih berkelanjutan.

Istiqamah Membersamai Al-Qur’an

Dengan dilaksanakannya kajian At-Tibyan secara rutin setiap minggu, LTIQ As-Syifa terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong santri untuk tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya dekat dengan Al-Qur’an secara hafalan, tetapi juga memiliki adab dan akhlak yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga semangat para santri dalam menapaki perjalanan bersama Al-Qur’an. Setiap pertemuan menjadi kesempatan untuk kembali belajar, mengingat, dan memperbaiki diri.

Pada akhirnya, perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an bukanlah perjalanan yang hanya diukur dari banyaknya hafalan yang berhasil diselesaikan. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut diharapkan terlihat dari sejauh mana Al-Qur’an mampu membentuk karakter, memperbaiki akhlak, dan memberikan arah dalam kehidupan.

Melalui kajian kitab At-Tibyan yang dibimbing oleh Ustadz Marhum Musyaddad Kholis, LTIQ As-Syifa berharap para santri dapat terus tumbuh menjadi generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an sekaligus memahami adab dalam menjaganya.

Sebab, menjadi penjaga kalam Allah bukan hanya tentang seberapa banyak ayat yang dihafalkan, tetapi juga tentang bagaimana Al-Qur’an hadir dalam hati, tercermin dalam akhlak, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + eighteen =