Skip to content

Wisuda ke-XVII LTIQ As-Syifa, Angkatan 18 El Matien & Dze El Mufsa

Alhamdulillāh, dengan penuh rasa syukur kepada Allah Swt., Lembaga Tahfidz Ilmu Al-Qur’an (LTIQ) As-Syifa kembali menyelenggarakan Wisuda ke-XVII LTIQ As-Syifa Angkatan 18 El Matien & Dze El Mufsa. Acara penuh khidmat dan kebahagiaan tersebut dilaksanakan pada 4 Juli 2026 bertempat di Auning Erdogan.

Wisuda menjadi salah satu momen istimewa bagi keluarga besar LTIQ As-Syifa karena menjadi penanda selesainya salah satu tahapan perjalanan para santri dalam menimba ilmu, menghafalkan Al-Qur’an, serta membentuk pribadi yang senantiasa membersamai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Pada tahun ini, sebanyak 101 wisudawan dan wisudawati berhasil menyelesaikan perjalanan pendidikan mereka di LTIQ As-Syifa. Capaian tersebut menjadi buah dari proses panjang yang tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga kesungguhan, kedisiplinan, kesabaran, doa, dan dukungan dari berbagai pihak.

Perjalanan Panjang Membersamai Al-Qur’an

Menjadi bagian dari LTIQ As-Syifa bukan sekadar menjalani rutinitas pembelajaran. Para santri ditempa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan. Proses menghafal, menjaga hafalan, mempelajari ilmu-ilmu Al-Qur’an, hingga membangun kebiasaan hidup yang selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Wisuda ke-XVII LTIQ As-Syifa Angkatan 18 El Matien & Dze El Mufsa

Angkatan 18 yang mengusung nama El Matien & Dze El Mufsa menjadi bagian dari perjalanan panjang LTIQ As-Syifa dalam melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an. Nama angkatan tersebut menjadi identitas sekaligus pengingat bagi para wisudawan dan wisudawati agar nilai-nilai yang telah dipelajari selama berada di LTIQ terus dibawa dalam kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Perjalanan menuju wisuda tentu bukanlah perjalanan yang selalu mudah. Ada banyak tantangan yang harus dilalui, mulai dari menjaga konsistensi hafalan, mengikuti kegiatan pembelajaran, menjalani berbagai aktivitas kepesantrenan, hingga menghadapi rasa lelah dan jenuh.

Namun, seluruh proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk mental dan karakter para santri. Setiap ayat yang dihafalkan, setiap pelajaran yang dipelajari, serta setiap nasihat yang diterima menjadi bekal untuk melanjutkan perjalanan kehidupan di masa mendatang.

Wisuda ke XVII LTIQ As-Syifa Angkatan 18 Wisuda ke XVII LTIQ As-Syifa Angkatan 18

101 Wisudawan dan Wisudawati, 101 Perjalanan Penuh Makna

Sebanyak 101 wisudawan dan wisudawati yang dikukuhkan dalam Wisuda ke-XVII ini memiliki cerita dan perjuangan masing-masing. Di balik keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di LTIQ As-Syifa, terdapat proses panjang yang tidak terlihat dalam satu hari wisuda.

Ada doa orang tua yang senantiasa mengiringi, ada bimbingan para asatidz dan asatidzah, ada dukungan dari para musyrif dan musyrifah, serta ada perjuangan para santri sendiri dalam melewati setiap tahapan pendidikan.

Bukan Akhir, Melainkan Awal Perjalanan Baru

Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan bersama Al-Qur’an. Justru, wisuda menjadi awal bagi para alumni untuk mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Hafalan yang telah diselesaikan merupakan amanah yang harus terus dijaga. Ilmu yang telah diperoleh merupakan bekal yang perlu diamalkan. Sementara pengalaman selama berada di LTIQ As-Syifa diharapkan menjadi fondasi untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Para wisudawan dan wisudawati diharapkan tidak hanya menjadi pribadi yang memiliki hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu menunjukkan akhlak dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Momen Haru dan Kebahagiaan

Pelaksanaan Wisuda ke-XVII berlangsung dalam suasana penuh haru dan kebahagiaan. Senyum, tangis, dan rasa syukur menjadi bagian dari momen yang akan dikenang oleh para wisudawan, keluarga, dan seluruh keluarga besar LTIQ As-Syifa.

Bagi para orang tua, keberhasilan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan di LTIQ tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Perjalanan panjang yang selama ini disertai doa dan dukungan akhirnya sampai pada sebuah momen yang begitu berharga.

Sementara bagi para santri, hari wisuda menjadi pengingat akan perjalanan yang telah mereka lalui. Kebersamaan dengan teman-teman, bimbingan para guru, kehidupan di lingkungan LTIQ, hingga berbagai tantangan dalam proses menghafal Al-Qur’an akan menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan.

Menjaga Al-Qur’an dalam Setiap Langkah Kehidupan

Melalui Wisuda ke-XVII Angkatan 18 El Matien & Dze El Mufsa, LTIQ As-Syifa berharap para alumni mampu terus menjaga hubungan mereka dengan Al-Qur’an. Tidak berhenti pada hafalan, tetapi juga berusaha memahami, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Menjadi alumni LTIQ bukan berarti meninggalkan Al-Qur’an setelah menyelesaikan pendidikan. Sebaliknya, hubungan dengan Al-Qur’an diharapkan semakin kuat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup.

Semoga 101 wisudawan dan wisudawati Wisuda ke-XVII LTIQ As-Syifa Angkatan 18 El Matien & Dze El Mufsa senantiasa diberikan kemudahan dalam melanjutkan langkahnya. Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, hafalan Al-Qur’an senantiasa terjaga, serta setiap langkah mereka senantiasa berada dalam bimbingan dan keberkahan Allah Swt.

Barakallāhu fīkum, para wisudawan dan wisudawati. Selamat melanjutkan perjalanan, terus membersamai Al-Qur’an, dan jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam setiap langkah kehidupan.

HMS07850 Wisuda ke XVII LTIQ As-Syifa Angkatan 18

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 13 =