MASTASA 2026 Angkatan 21: Menapaki Jalan Al-Qur’an untuk Cita-Cita yang Besar

Subang, 20–24 Juli 2026 — Lima hari menjadi awal perjalanan baru bagi para santri Angkatan 21 LTIQ As-Syifa melalui kegiatan Masa Ta’aruf Santri (MASTASA) 2026 . Mengangkat tema “Menapaki Jalan Al-Qur’an untuk Cita-Cita yang Besar”, kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri untuk mengenal lingkungan LTIQ As-Syifa sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perjalanan pendidikan, pembinaan, dan kehidupan bersama Al-Qur’an.
MASTASA 2026 Angkatan 21 tidak hanya diisi dengan kegiatan pengenalan lembaga. Para santri juga mendapatkan berbagai materi yang mengajak mereka mengenal diri, memahami makna menjadi santri, berani belajar dan berkembang, membangun kemampuan komunikasi, hingga mulai memetakan cita-cita dan arah masa depan.
MASTASA 2026 Angkatan 21 Mengawali Langkah dengan Mengenal Diri
Rangkaian MASTASA 2026 Angkatan 21 resmi dimulai pada 20 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan pembukaan, tilawah Al-Qur’an, serta sambutan dan peresmian sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan MASTASA.
Setelah pembukaan, para santri diperkenalkan lebih dekat dengan lingkungan dan perjalanan LTIQ As-Syifa. Pengenalan ini menjadi bagian penting agar santri baru tidak hanya mengenal tempat mereka belajar, tetapi juga memahami nilai dan tujuan dari perjalanan yang akan mereka jalani.
Konsep Diri: “Siapa Saya?”
Materi pertama disampaikan oleh Ustadz Abdurrahim Casim, CHRM., CT., CPPS dengan tema “Konsep Diri: Siapa Saya?”
Melalui materi ini, santri diajak untuk melihat dan mengenali dirinya sendiri. Pengenalan terhadap diri menjadi langkah awal untuk memahami potensi, kelebihan, kekurangan, serta arah yang ingin dituju dalam kehidupan.
Menjadi santri bukan hanya tentang mengikuti rutinitas pendidikan, tetapi juga tentang menjalani proses mengenal diri dan membentuk pribadi yang lebih baik.

Mengapa Memilih Menjadi Santri?
Perjalanan hari pertama dilanjutkan dengan materi “Mengapa Memilih Menjadi Santri?” yang disampaikan oleh Ustadz Harun Rasyid, Al-Hafidz.
Materi ini mengajak para santri untuk kembali memahami alasan di balik pilihan mereka untuk menjadi santri. Dengan memahami alasan tersebut, diharapkan setiap santri dapat menjalani proses pendidikan dengan kesadaran dan kesungguhan.

Dari Belajar hingga Menentukan Arah Masa Depan
Memasuki hari kedua, 21 Juli 2026, kegiatan MASTASA dilanjutkan dengan berbagai materi pengembangan diri. Para santri mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membangun keberanian belajar, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan dalam menentukan arah masa depan.
Berani Belajar, Berani Berkembang
Ustadz Sapta Candra, S.H., CT., BNSP menyampaikan materi “Berani Belajar, Berani Berkembang.”
Materi ini memberikan dorongan kepada para santri untuk tidak takut menghadapi proses belajar. Setiap proses memiliki tantangan, dan keberanian untuk terus mencoba menjadi bagian dari perjalanan seseorang dalam mengembangkan kemampuan dirinya.

Menjadi Pendengar yang Baik untuk Menjadi Pembicara yang Hebat
Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu bekal yang diberikan dalam MASTASA 2026. Ustadz Nur Imam Suroso, S.Si. menyampaikan materi “Menjadi Pendengar yang Baik untuk Menjadi Pembicara yang Hebat.”
Para santri diajak memahami bahwa komunikasi yang baik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan. Dengan belajar mendengarkan, seseorang dapat memahami orang lain dan menyampaikan gagasan dengan lebih baik.

Career Mapping: Memetakan Cita-Cita
Selanjutnya, Ustadz Asep Warnudin, S. Ag menyampaikan materi “Career Mapping.”
Materi ini menjadi ruang bagi para santri untuk mulai melihat hubungan antara potensi, minat, proses pendidikan, dan cita-cita yang ingin dicapai. Cita-cita yang besar membutuhkan proses dan arah yang jelas, sehingga sejak awal para santri diajak untuk mulai memikirkan perjalanan masa depan mereka.

Mengambil Pelajaran dari Al-Qur’an
Selain materi pengembangan diri, MASTASA 2026 juga memberikan ruang bagi para santri untuk menggali pelajaran dari Al-Qur’an.
Tafsir Q.S. Al-Baqarah Ayat 246–252
Materi Tafsir Q.S. Al-Baqarah ayat 246–252 disampaikan oleh Ustadz Fajri Fauzan.
Ayat-ayat tersebut mengisahkan perjalanan Bani Israil yang meminta seorang pemimpin untuk berjuang di jalan Allah, kemudian Allah memilih Thalut sebagai pemimpin mereka. Kisah tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Al-Qur’an yang dapat direnungkan oleh para santri dalam memahami perjuangan, kepemimpinan, ketaatan, dan berbagai ujian dalam sebuah perjalanan.
Dengan demikian, pembelajaran dalam MASTASA tidak hanya berorientasi pada pengembangan keterampilan, tetapi juga tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dalam proses pembentukan diri.

Membangun Kekompakan melalui Diskusi
Pada 22 Juli 2026, rangkaian MASTASA dilanjutkan dengan kegiatan bersama mentor, tilawah, serta forum diskusi.
Forum Diskusi Santri
Forum diskusi menjadi kesempatan bagi para santri untuk saling bertukar gagasan dan membangun komunikasi bersama teman-teman baru. Setelah sebelumnya mendapatkan berbagai materi, para santri diberikan ruang untuk berinteraksi, berdiskusi, dan mengembangkan kekompakan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju rangkaian kegiatan berikutnya, termasuk outbound yang dilaksanakan pada hari selanjutnya.
Belajar Bersama melalui Outbound
Pada 23 Juli 2026, para santri mengikuti kegiatan outbound. Setelah beberapa hari mengikuti kegiatan materi di dalam ruangan, outbound menjadi pengalaman berbeda yang memberikan ruang bagi para santri untuk belajar melalui aktivitas bersama.
Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk membangun kebersamaan, komunikasi, kerja sama, dan keberanian. Berbagai pengalaman yang dilalui bersama menjadi bagian dari proses mengenal satu sama lain sebagai bagian dari keluarga besar LTIQ As-Syifa.

Puncak MASTASA 2026: Menjadi Bagian dari Keluarga Besar LTIQ As-Syifa
Rangkaian MASTASA 2026 Angkatan 21 mencapai puncaknya pada 24 Juli 2026. Bertempat di Aula Erdogan, kegiatan penutupan diisi dengan pembukaan, tilawah, sambutan, serta berbagai rangkaian akhir MASTASA.
Penyematan Santri Baru Angkatan 21
Salah satu momen penting dalam penutupan adalah penyematan santri baru LTIQ As-Syifa.
Penyematan tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan para peserta sebagai santri LTIQ As-Syifa. Setelah lima hari mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, para santri resmi menjadi bagian dari keluarga besar LTIQ As-Syifa dan siap menjalani proses pendidikan serta pembinaan selanjutnya.
Apresiasi dan Kilas Balik MASTASA
Kegiatan penutupan juga diisi dengan pemberian reward kepada santri sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka selama rangkaian MASTASA berlangsung.
Suasana semakin hangat ketika Tim Media menampilkan video kilas balik MASTASA 2026. Berbagai momen selama lima hari dirangkum menjadi sebuah dokumentasi yang mengingatkan kembali perjalanan para santri sejak hari pertama hingga penutupan.

Lima Hari yang Menjadi Awal Perjalanan Panjang
MASTASA 2026 Angkatan 21 akhirnya ditutup setelah melalui rangkaian kegiatan selama lima hari. Dari mengenal diri, memahami makna menjadi santri, belajar keberanian untuk berkembang, memetakan cita-cita, menggali pelajaran dari Al-Qur’an, berdiskusi, hingga membangun kekompakan melalui outbound, seluruh rangkaian menjadi bagian dari langkah awal para santri.
Tema “Menapaki Jalan Al-Qur’an untuk Cita-Cita yang Besar” menjadi pengingat bahwa perjalanan meraih cita-cita membutuhkan proses. Ada pembelajaran, tantangan, kebersamaan, dan ketekunan yang harus dijalani.
MASTASA mungkin telah berakhir, tetapi perjalanan para santri Angkatan 21 baru saja dimulai. Lima hari menjadi pembuka, sementara hari-hari berikutnya akan menjadi ruang bagi mereka untuk terus belajar, bertumbuh, menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, dan menapaki jalan menuju cita-cita yang telah mereka impikan.
Selamat datang, Santri Angkatan 21. Mari menapaki jalan Al-Qur’an untuk cita-cita yang besar.
