Dalam pembahasan psikologi umum dan psikologi kognitif, terdapat pembahasan tentang memori, yaitu ingatan, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, memori terbagi menjadi beberapa macam, di antaranya adalah long term memory (memori janga panjang, dan short term memory (memori jangka pendek). Dalam persfektif psikologikognitif, di pembahasan memori jangka pendek terdapat pula memori kerja, atau yang disebut juga working memory.

Working memory atau memori kerja adalah sebuah memori yang mampu menyimpan informasi selama beberapa menit hingga beberapa jam kemudian, memori kerja juga bisa berfungsi untuk memperbaharui informasi dan juga mengubah informasi yang diterima oleh otak, dalam beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli kognitif, terdapat hubungan yang cukup besar antara memori kerja dengan kemampuan kognitif seseorang, dengan bahasa lain, mafhum mukhalafahnya adalah bahwa jika seseorang yang memiliki kerja yang baik dan maksimal, maka tentu orang tersebut memiliki kemampuan kognitif yang baik dan diatas rata-rata, kemampuan menyimpan informasi yang dilakukan oleh memori kerja dengan baik, maka memungkinkan informasi tersebut masuk kedalam memori jangka panjang. Lalu apa hubungannya dengan menghapal Al-Qur’an ??

Sebelum kita melihat hubungan antara memaksimalkan kinerja memori ini dengan menghapal Al-Qur’an,terlebih dahulu kita mencermati firman Allah SWT dalam surah al-qamar ayat 17, 22, 32,40, Allah menekankan dengan menyebutkan 4 kali ayat yang sama dalam surah al qamar yang artinya :”Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran ??”. Dari ayat ini dapat kita ketahui bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang paling gampang untuk dihapal dan diajurkan untuk mengafalkannya, di zaman sekarang ini hafal Al-Quran adalah suatu hal yang lumrah, dan tentu terdapat nilai lebih jika seorang individu hafal Al-Quran.

Dalam pembahasan working memory, bahwa informasi yang diterima dapat disimpan dari beberapa menit hingga beberapa jam, jika kita kaitkan dengan menghapal Al-Qur’an, maka pembahasan working memory ini sangat bersesuaian dengan orang yang sedang menghafalkan Al-Qur’an,perlu dibedakan antara menghafal Al-Qur’an dengan mengulangnya atau bahasa kerennya disebut dengan nderes, jika bagi pemula yang sedang menghafalkan Al-Qur’an itu lebih banyak masuk dalam pembahasan working memory atau memori kerja, sedangkan bagi orang yang sudah hafal dan hanya sekedar nderesnya saja, maka ini lebih cendrung masuk dalam jenis long term memory, atau memori jangka panjang.

Untuk dapat menghafalkan Al-Qur’an, tentu diperlukan proses waktu dalam jangka yang agak lama dan diperlukan istiqamah yang tinggi, dalam buku yang pernah saya baca, kalau tidak salah judulnya “Hafal Al-Qur’an dalam Sebulan” disebutkan bahwa kemampuan otak dan kognitif manusia mampu menghafalkan al-quran sebanyak 15 baris, atau setengah lembar (al-qur’an arab, atau yang lebih dikenal dengan al-qur’an pojok) hanya dalam waktu 30 menit, hafal dengan lancar, pendapat dalam buku tersebut benar karena saya dulu telah membuktikannya sendiri, namun bagi beginner yang masih pemula menyatakan bahwa mengafalkan surah pendek saja sangat susah, hal tersebut ada benarnya juga karena belum terbiasa dan belum lancar dan fasih membaca Al-Qur’an, jadi syarat yang pertama supaya mudah dan gampang mengafal Al-Qur’an adalah kelancaran dan kefasihan dalam membaca Al-Qur’an, lalu bagaimana caranya supaya bisa cepat lancar dan fasih dalam membaca Al-Qur’an ?? jawabannya adalah sering-sering membaca Al-Qur’an.

Dalam proses menghafalkan, misalnya seseorang menghapal juz 15 surah Al-Isra lembar pertama, maka segala informasi yang diterima (ayat-ayat Al_Qur’an) tersebut tersimpan dalam working memory atau memori kerja, karena di dalam proses menghafalkan Al-Qur’an dibutuhkan retrival (pengulangan kembali), seberapa sering seseorang mengulang apa yang telah dihafalkannya, maka semakin kuat ingatannya, jika individu tersebut telah mampu menghafalkan surah Al-Isra juz 15 tadi, sebanyak setengah lembar dan lancar, maka ayat-ayat yang telah dihafalkannya tadi tersimpang di working memory, hal tersebut dapat dibuktikan bahwa jika seseorang telah hafal namun tidak diulang kembali, maka apa yang telah dihafalkannya akan hilang,informasi yang masuk kedalam working memory hanya bertahan beberapa jam, sudah menjadi fakta bagian setiap orang yang pernah menghafalkan Al-Qur’an, mesti setelah menghafalkan akan hilang lagi, bahasa lebih mudahnya jika seorang individu menghafalkan setengah lembar di salah satu surat dalam Al-Qur’an di pagi hari dan lancar,mesti sore harinya jika individu tersebut mengulang apa yang telah dihafalkannya tadi, kemungkinan besar kelancarannya akan kurang, dan jika tidak diulang dalam beberapa hari, maka InsyaAllah akan hilang,fakta ini menunjukkan bahwa seseorang yang menghafal Al-Qur’an, maka proses menghafalkan tersebut masuk dalam proses memori kerja (working memory).

Namun perlu dibedakan antara individu yang masih menghafalkan dengan individu yang telah hafal dengan utuh, hafalan yang telah utuh dan lancar masuk dalam long term memory, karena dengan sesering mungkin seorang individu nderes hafalan yang telah dia punya, maka semakin kuat pula ingatannya akan Al-Qur’an yang telah dihafalkannya, dan jika hafalan Al-Qur’an yang telah dia punya semakin kuat, maka insyaAllah jenis hafalan yang seperti ini akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Bahasa kasarnya adalah jika lama hafalan tersebut tidak diulang, insyaAllah jika diulang di lain waktu maka akan gampang dalam mengingatkan kembali (masih lancar), karena hal yang seperti ini sudah masuk dalam long term memory. Namun jangan sekali kali mencoba tidak mengulangnya bagi seseorang yang masih dalam tahap menghafalkannya, karena tahap yang seperti ini masih dalam tahapan working memory, jika tidak diulang sesering mungkin maka akan hilang beberapa jam kemudian setelah menghafalkannya.

Maka oleh sebab itu ada kata hikmah “mahfudzhat” yang mengatakan bahwa “mengafal di masa kecil bagaikan mengukir di atas batu, menghafal di masa tua bagaikan melukis diatas air”. Menghafal Al-Qur’an juga akan meningkatkan kecerdasan seseorang, baik dalam kecerdasan akademik (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ), terlebih lagi pada kecerdasan spritualnya (SQ), semuanya akan meningkat jika seseorang menghafalkan Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh dan penuh istiqamah. Tidak percaya ??? Buktikan sendiri !!!

Wallahu A’lam

By_Muhammad Fikri At-Tamimy

Sumber : http://www.kompasiana.com/fikri_attamimy/meningkatkan-working-memory-memori-kerja-dengan-cara-menghafal-al-qur-an_552c65216ea834be058b459c

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply